Skip to main content

Rekam Jejak Agus Syabarrudin: Bankir Berprestasi yang Sukses Sehatkan Bank Daerah

Rekam Jejak Agus Syabarrudin: Bankir Berprestasi yang Sukses Sehatkan Bank Daerah

SERANG – Agus Syabarrudin dikenal sebagai mantan Direktur Utama Bank Banten yang memiliki rekam jejak panjang di industri keuangan nasional. Pria kelahiran Jakarta, 31 Agustus 1966 ini tercatat pernah memimpin berbagai bank asing, swasta, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Latar Belakang Pendidikan
•    S-1: Sastra Arab, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1990)
•    S-2: Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah, Universitas Indonesia (2005)
•    S-3: Ilmu Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat (2020)

Perjalanan Karier (1991–2018)
•    1991–1994: Bills & Operation Officer DBS Buana Tat Lee Bank
•    1994–1997: Financial Control Supervisor ABN AMRO Bank NV
•    1997–2004: Head of Business Development ABN AMRO Asset Management Indonesia
•    2004–2006: Kepala Divisi Pengembangan Produk & Service Quality Management Bank Syariah Mandiri
•    2006–2014: President Unit Usaha Syariah Bank Danamon Indonesia Tbk
•    2014–2017: Senior Advisor-Mitra Wali Amanah Kemitraan Bumi Dipa
•    2017–2018: Kepala Eksekutif Bisnis Syariah & SEVP Bank Kalsel

Prestasi di Bank Kalsel (2021–2022)
Agus menjabat sebagai Direktur Utama Bank Kalsel dari Januari 2019 hingga Maret 2021. Di tengah pandemi Covid-2019, ia berhasil membawa perusahaan mencetak performa positif:
•    Laba bersih: Naik 23% menjadi Rp196,5 miliar dari sebelumnya Rp159,7 miliar.
•    Status OJK: Meraih predikat Tingkat Kesehatan Bank (TKB) peringkat komposit 2 (sehat).
•    Penghargaan Kelembagaan: Excellent Financial Performance dari Warta Ekonomi dan The Most Reputable Banking dari Indonesia Inspire.
•    Penghargaan Pribadi: Best CEO Obsession Awards 2020, Best Leadership and Professional 2020, serta Top 50 Indonesian Innovative Leaders 2020.

Penyelamatan Bank Banten (2021–2022)
Pada Maret 2021, Agus menerima mandat dari Pemerintah Provinsi Banten untuk memimpin Bank Banten yang saat itu berada dalam pengawasan khusus OJK akibat masalah likuiditas, kredit macet, dan tata kelola. Langkah strategis yang ia lakukan antara lain:
•    Fase Foundation Building: Meluncurkan budaya perusahaan baru bernama "TRUST", melakukan penguatan SDM, dan memperbaiki SOP.
•    Inovasi UPZ: Mendirikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk menyalurkan bantuan sosial saat perusahaan belum bisa mengeluarkan dana CSR.
•    Pemberdayaan Santri: Meluncurkan program Banten Santri Entrepreneur yang mencakup bidang kreatif, maritim, teknologi, agro, dan digital.
•    Penyelesaian Kredit Macet: Menggandeng Kejaksaan Tinggi Banten dan berhasil mengembalikan aset sebesar Rp34,5 miliar dalam waktu 2 bulan.
•    Indikator Keuangan: Rasio kecukupan modal (CAR) melonjak hingga 39%, jauh di atas rata-rata industri sebesar 25%. Bank Banten juga dianugerahi penghargaan Most Promising Regional Bank pada November 2022.

Kebersamaan Agus dengan Bank Banten resmi berakhir melalui RUPSLB pada 2 Desember 2022. Pengunduran diri ini disayangkan oleh sejumlah tokoh masyarakat, salah satunya mantan Dirut BNI Syariah, Dr. Rizqullah, MBA, yang mengapresiasi keberhasilan Agus dalam menekan angka kerugian bank secara signifikan.(Red)

Tags

Leave a Reply

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <br> <p> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id> <cite> <dl> <dt> <dd> <a hreflang href> <blockquote cite> <ul type> <ol type start> <strong> <em> <code> <li>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.

Article Related